Cari Blog Ini

Loading...

Sejarah Nobel Perdamaian dan Daftar Penerima Nobel

Friday, July 27, 2012

Penghargaan Perdamaian Nobel adalah satu dari lima Penghargaan Nobel yang diadakan atas permintaan oleh penemu dan industrialis Swedia Alfred Nobel. Penghargaan ini diberikan pada orang yang paling giat melaksanakan hubungan yang bersifat internasional, pendiri pergerakan perdamaian atau berusaha mengurangi atau melenyapkan peperangan.

Meskipun Penghargaan Nobel dalam Fisika, Kimia, Medis dan Sastra diberikan pertahun di Stockholm, Penghargaan Perdamaian diberikan di ibukota Norwegia Oslo. Komite Nobel Norwegia, yang anggotanya dipilih oleh Parlemen Norwegia, ditugaskan untuk menenjuk penerima Penghargaan Perdamaian ini, dan hadiah ini diberikan oleh ketuanya, Dr. Ole Danbolt Mjos.



Pada saat Nobel meninggal Swedia dan Norwegia masih dalam “personal union” di mana Parlemen Swedia bertanggungjawab penuh untuk kebijakan luar negeri (dan kebijakan domestik Swedia sebagai tambahan), dan Parlemen Swedia bertanggung jawab hanya untuk kebijakan domestik Norwegia. Alfred Nobel oleh karena itu membuat keputusan bahwa Penghargaan Perdamaian diberikan oleh Norwegia dan bukan Swedia untuk mencegah manipulasi proses pemilihan oleh kekuatan asing.

Tidak seperti Penghargaan Nobel lainnya, Penghargaan Perdamaian Nobel dapat diberikan kepada orang atau organisasi yang masih dalam proses penyelesaian masalah, dan bukan penyelesaian masalah. Dengan begitu, Penghargaan Perdamaian Nobel berbeda dengan seluruh penghargaan Nobel lainnya. Karena hadiah ini dapat diberikan kepada seseorang yang terlibat dalam proses perdamaian yang masih berlangsung, beberapa dari penghargaan tersebut sekarang ini tampaknya ada yang dipertanyakan, terutama ketika proses ini gagal untuk memberikan hasil. Contohnya penghargaan ini diberikan kepada Theodore Roosevelt, Le Duc Tho, dan Henry Kissinger yang lumayan kontroversial dan dikritik; yang terakhir mengakibatkan dua anggota komite yang tidak setuju mengundurkan diri [1]. Komite Nobel juga menerima kritikan dari grup sayap-kanan yang melihat keputusan mereka berdasarkan bias dari sayap-kiri. Mereka terutama menyalahkan penghargaan ini diberikan kepada Yasser Arafat, yang mereka pandang sebagai pendukung terorisme.

Pada tahun 2007 Nobel Perdamaian diberikan kepada Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat yang memperingatkan dunia atas ancaman pemanasan global, dan IPCC. Banyak kalangan yang menduga hal tersebut dilakukan untuk menghapus streotipe buruk yang selama ini menempel pada lembaga Nobel. Nobel Perdamaian beberapa kali menimbulkan polemik karena diberikan kepada beberapa orang yang di kemudian hari sama sekali tidak menciptakan kedamaian.

Pengumumannya tidak dilakukan pada tanggal tertentu, tetapi umumnya dilaksanakan pada hari Jumat pertengahan Oktober. Pengumumannya dilangsungkan di gedung Institut Nobel dan telah menjadi peristiwa besar. Penghargaannya sendiri diberikan setiap tahunnya setiap tanggal 10 Desember, tanggal dimana Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896. Dari 1905 sampai 1946, upacara penganugerahannya diadakan di Institut Nobel, kemudian dari 1947 diselenggarakan di aula Universitas Oslo, lalu pada 1990 dipindahkan ke balai kota Oslo.

Di bawah ini adalah para penerima hadiah Nobel perdamaian sejak 1901. Mereka adalah:

Spoiler for daftar penerima

1901-Jean Henri Dunant (Swiss)
Frédéric Passy (Perancis)
1902-Élie Ducommun dan Charles Albert Gobat (Swiss)
1903-Sir William Randal Cremer (Inggris)
1904-Institut de droit international (Belgia).
1905-Bertha Sophie Felicitas Baronin von Suttner (Austria-Hongaria)
1906-Theodore Roosevelt (Amerika Serikat)
1907-Ernesto Teodoro Moneta (Italia)
Louis Renault (Perancis)
1908-Klas Pontus Arnoldson (Swedia)
Fredrik Bajer (Denmark)
1909-Auguste Marie François Beernaert (Belgia)
Paul Henri Benjamin Balluet d’Estournelles de Constant (Prancis)
1910-Bureau international permanent de la paix (Swiss)
1911-Tobias Michael Carel Asser (Belanda)
Alfred Hermann Fried (Austria-Hongaria)
1912-Elihu Root (Amerika Serikat)
1913-Henri-Marie La Fontaine (Belgia)
1917-Palang Merah Internasional (Swiss)
1919-Thomas Woodrow Wilson (Amerika Serikat)
1920-Léon Victor Auguste Bourgeois (Perancis)
1921-Karl Hjalmar Branting (Swedia)
Christian Lous Lange (Norwegia)
1922-Fridtjof Wedel-Jarlsberg Nansen (Norwegia)
1925-Austen Chamberlain (Inggris)
Charles Gates Dawes (Amerika Serikat)
1926-Aristide Briand (Prancis) dan Gustav Stresemann (Jerman)
1927-Ferdinand Buisson (Prancis)
Ludwig Quidde (Jerman)
1929-Frank Billings Kellogg (Amerika Serikat)
1930-Lars Olof Nathan Söderblom (Swedia)
1931-Jane Addams (Amerika Serikat)
Nicholas Murray Butler (Amerika Serikat)
1933-Sir Ralph Norman Angell (Inggris)
1934-Arthur Henderson (Inggris)
1935-Carl von Ossietzky (Jerman)
1936-Carlos Saavedra Lamas (Argentina)
1937-Robert Cecil (Inggris)
1938-Office international Nansen pour les réfugiés (Swiss)
1944-Komite Internasional Palang Merah (Swiss)
1945-Cordell Hull (Amerika Serikat)
1946-Emily Greene Balch (Amerika Serikat)
John Raleigh Mott (AS)
1947-Friends Service Council (Inggris) dan American Friends Service Committee (Amerika Serikat)
1949-John Boyd Orr (Inggris)
1950-Ralph Bunche (Amerika Serikat)
1951-Léon Jouhaux (Perancis)
1952-Albert Schweitzer (Perancis)
1953-George Catlett Marshall (Amerika Serikat)
1954-UNHCR
1957-Lester Bowles Pearson (Kanada)
1958-Dominique Pire (Belgia)
1959-Philip John Noel-Baker (Inggris)
1960-Albert John Lutuli (Afrika Selatan)
1961-Dag Hjalmar Agne Carl Hammarskjöld (Swedia)
1962-Linus Carl Pauling (Amerika Serikat)
1963-Komite Internasional Palang Merah dan Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Swiss)
1964-Martin Luther King Jr (Amerika Serikat)
1965-UNICEF
1968-René Cassin (Perancis)
1969-Organisasi Buruh Internasional
1970-Norman Ernest Borlaug (Amerika Serikat)
1971-Willy Brandt (Jerman Barat)
1973-Henry Alfred Kissinger (Amerika Serikat) dan Lê Ðức Thọ (Vietnam, menolak)
1974-Seán MacBride (Irlandia)
Eisaku Satō (佐藤榮作) (Jepang)
1975-Andrei Dmitrievich Sakharov (Uni Soviet)
1976-Betty Williams dan Mairead Corrigan (Irlandia Utara)
1977-Amnesti Internasional, London
1978-Mohamed Anwar al-Sadat (Mesir) dan Menachem Begin (Israel)
1979-Bunda Teresa (Albania)
1980-Adolfo Pérez Esquivel (Argentina)
1981-UNHCR
1982-Alva Reimer Myrdal (Swedia) dan Alfonso García Robles (Meksiko)
1983-Lech Walesa (Polandia)
1984-Desmond Mpilo Tutu (Afrika Selatan)
1985-International Physicians for the Prevention of Nuclear War (Amerika Serikat)
1986-Elie Wiesel (Amerika Serikat)
1987-Óscar Rafael de Jesús Arias Sánchez (Kosta Rika)
1988-United Nations Peacekeeping Forces
1989-Dalai Lama XIV (Tibet)
1990-Mikhail Sergeyevich Gorbachev (Uni Soviet)
1991-Aung San Suu Kyi (Myanmar)
1992-Rigoberta Menchú Tum (Guatemala)
1993-Nelson Mandela (Afrika Selatan) dan Frederik Willem de Klerk (Afrika Selatan)
1994-Yasser Arafat (Palestina), Shimon Peres (Israel) dan Yitzhak Rabin (Israel)
1995-Joseph Rotblat (Polandia/Inggris) dan Pugwash Conferences on Sciences and World Affairs (Amerika Serikat)
1996-Carlos Filipe Ximenes Belo (Indonesia yang telah memisahkan diri menjadi negara Timor Timur) dan Xanana Gusmao, diterima oleh José Manuel Ramos Horta (Timor Timur)
1997-International Campaign to Ban Landmines dan Jody Williams (Amerika Serikat)
1998-John Hume dan William David Trimble (Amerika Serikat)
1999-Médecins Sans Frontières, (Amerika Serikat)
2000-Kim Dae Jung (金大中) (Korea Selatan)
2001-PBB dan Kofi Atta Annan (Ghana)
2002-Jimmy Carter (Amerika Serikat)
2003-Shirin Ebadi (شیرین :عبادی), (Iran)
2004-Wangari Muta Maathai (Kenya)
2005-Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan Mohamed ElBaradei (Mesir)
2006-Muhammad Yunus dan Grameen Bank (Bangladesh)
2007-Albert Arnold Gore (Amerika Serikat) dan IPCC
2008-Martti Ahtisaari(Finlandia)
2009-Barack Obama(Amerika)
2010-Liu Xiaobo(China)

0 comments:

Post a Comment